Saturday, February 27, 2021
Home Blog

Jalan Jalan Tanpa Tujuan

0

Lama rasanya tidak ada tulisan baru pada blog ini, sejak pertama dibuat. Terakhir, ya pas baru saja dibuat, dan itupun hanya satu tulisan perkenalan. Blog ini dibuat tidak lama setelah kelahiran anak kami, Azizah namanya.

Pada saat tulisan ini dibuat, anak kami sudah berusia kurang lebih 2,5 tahun. Sangat tidak terasa, melewati waktu hampir 4 tahun bersama istri, dan 2,5 tahun bersama anak. Banyak kejadian dan pengalaman unik yang telah saya alami setelah menikah, dan setelah memiliki anak.

Ya, saya rasa semua orang punya pengalaman pribadinya masing-masing. Yang terkadang, bisa masuk akal dan tidak masuk akal di telinga orang lain. Karena, presepsi masing-masing orang berbeda.

Anak kecil jaman sekarang itu lucu, suka banget jalan jalan tanpa tujuan. Saya melihat ini bukan hanya terjadi pada anak kami saja, namun juga cukup banyak anak-anak kecil pada umumnya.

Saya seorang ayah, yang tidak setiap hari bertemu dengan anak dan istri. Maunya sih ya setiap hari, tapi ya karena kondisi mau gimana lagi. Saya bertempat tinggal dirumah orang tua, ya masih dirumah orang tua, belum punya rumah sendiri.

Di usia pernikahan yang hampir 4 tahun, belum bisa membuat rumah sendiri. Padahal, cukup banyak sih temen-temen saya, maupun saudara yang udah punya rumah sendiri pada usia pernikahan baru beberapa tahun.

Karena jarang bertemu dengan anak, setiap kali ketemu, pasti minta diajak jalan jalan. Enggak tahu mau kemana, yang penting jalan saja. Kalau tidak diajak jalan jalan, kadang suka menangis, dan merengut pada waktu saya mau pulang kerumah.

Walaupun tidak setiap hari bersama anak dan istri, setidaknya 2-3x dalam seminggu masih bisa berjumpa. Karena rumah saya tidak jauh dari rumah mertua, sekitar duapuluh menit menggunakan sepeda motor.

Terkadang, yang bikin saya heran tu soal minta diajak jalan jalan tanpa tujuan, padahal ya hampir tiap hari sih kayaknya, diajak jalan naek motor sama ibunya. Dan, pada waktu saya ajak jalan juga masih digendong ibunya.

Kadang saya berfikir, apa bedanya gitu naek motor digendong ibunya dan yang nyetir ibunya, dan naek motor digendong ibunya tapi yang nyetir bapaknya? ah sudahlah.

Dan, yang bikin saya cukup heran lagi, setiap saya bonceng naek motor itu rute nya hampir sama 90%. Dalam kurun waktu yang lama, rute jalan jalan yang kami lewati ya muter situ-situ saja, kok anak kecil gak bosan ya? gak tahu deh.

Azmya Nur Azizah adalah Putri Pertama kami

1

Azmya Nur Azizah merupakan putri pertama kami. Kami sangat senang dengan kelahirannya, dan sangat bersyukur karena anak dan istri saya selamat dalam kondisi yang sehat.

Kami memberinya nama Azmya Nur Azizah, yang artinya: diberkati Allah, Cahaya, dihargai atau terhormat. Nama adalah sebuah Do’a, dan siapa yang tak ingin anaknya diberkati Allah, dan selalu bercahaya, dihargai dan dihormati oleh orang lain? pastinya semua orang tua yang waras akan berdo’a yang baik-baik pada anaknya.

Berikan nama yang terbaik untuk anak, bukan hanya sekedar nama keren / gaul / kekinian. Jangan lupakan kalau nama adalah Do’a yang benar-benar akan dikabulkan oleh sang pencipta.

Mungkin, Do’a itu tidak langsung dikabulkan begitu saja. Namun, seiring waktu berjalan do’a itu akan terkabul. Percaya atau tidak, bisa ikuti keyakinan masing-masing.

Salah satu contoh pengalaman saya, ada seorang teman yang arti namanya “jujur” tapi orangnya kurang jujur. Seiring berjalannya waktu, makin dewasa, makin tua, dia jadi orang jujur beneran, dan tidak mau berbohong lagi.

Banyak orang dengan nama yang bagus, namun kelakuan tidak sebagus namanya. Jangan lihat dari situ, jika Anda ingin kelakuan anak Anda bagus, perbaiki dulu kelakuan diri sendiri.

Seperti kata pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” jika mau anak jadi baik, ya berbuat baiklah. Jika ingin diperlakukan baik oleh anak, ya perlakukanlah anak dengan baik.

Tips Mendidik Anak

Dimulai dengan nama yang baik, setelah itu berikan kasih sayang kepada anak sewajarnya, jangan berlebihan, jangan terlalu kurang.

Jangan terlalu menuruti keinginan anak, karena itu tidak baik. Bukan berarti tidak menuruti semua keinginan anak.

Ingin anak jadi berbakti? maka berbaktilah pada ke 2 orang tua sendiri. Jika tidak berbakti pada orang tua, jangan harap anak akan berbakti juga.

Jangan lupa, kalau dalam hidup itu setiap perbuatan ada balasannya, entah di balas di dunia maupun di akhirat.

Mau anak jadi pandai? sering-seringlah mengucapkan kata “anak pandai”. Karena setiap kata dari orang tua akan jadi do’a untuk si anak.

Jangan sesekali melontarkan kata negatif pada anak, seperti cotoh: “dasar anak bodoh” Nanti anak bisa benar-benar bodoh karena do’a yang dilontarkan tersebut.

Mau anak jadi jujur? jangan terlalu suka marah-marah / emosi pada waktu anak berkata jujur. Jika suka marah karena anak jujur, nantinya bisa membuat si anak takut ketika berkata jujur.

Apakah hal seperti itu ada study kasus nya? tentu saja, saya sudah mengamati hal-hal tersebut selama puluhan tahun.